Bau mulut sering kali dialami orang yang tengah berpuasa. Hal itu tentu menjadi persoalan yang harus dipecahkan. Sebab, bau mulut bisa memicu krisis percaya diri.
Menurut drg Melanie Sadono Djamil, bau mulut saat puasa timbul karena berkurangnya kegiatan mengunyah. Padahal , mengunyah merupakan salah satu proses pembersihan alami mulut.
Akibatnya, perkembangan bakteri penyebab bau mulut juga meningkat. Maka muncullah bau mulut, ujar melanie dalam seminar bertajuk Mulut Baik di Bulan Baik yang digelar di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Rongga mulut, menurut Melanie, merupakan sarang bakteri. Sampai saat ini, telah teridentifikasi 350 jenis bakteri yang menghasilkan produk yang tidak menguntungkan. Bakteri itu, mencerna protein dan menghasilkan senyawa mengandung belerang yang mudah menguap dan menimbulkan bau mulut.
Selain itu, bisa menyebabkan gigi berlubang dan gusi berdarah, kata Melanie. Diantara bakteri, ada juga yang menghasilkan materi seperti lumpur. Produk itu akan menarik bakteri lain yang untuk menempel dan hidup di sini sehingga suasana mulut semakin asam. Mulut pun semakin tidak nyaman.
Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Melanie menegaskan langkah terbaik adalah menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi sebelum tidur dan setelah makan sahur. Untuk memaksimalkan hasil, Melanie menyarankan penggunaan pasta gigi berbahan herbal dan berkumur dengan antiseptik.
Bahan herbal seperti daun sirih, garam, dan jeruk nipis, menurut Melanie, bisa menjaga keseimbangan flora dalam mulut dan mempertahankan bakteri yang dibutuhkan untuk pencernaan dalam rongga mulut. Daun sirih, terang dia, mengandung minyak atsiri yang kaya chavikol , anti bakteri yang kuat.
"Daya bunuh bakterinya lima kali lipat lebih kuat jika dibandingkan dengan antibakteri golongan fenol. Selain itu daun sirih mengandung tatnnin yang efektif menghentikan pendarahan pada radang gusi dan mengatasi sariawan. Ditambah lagi, kandungan pigmen hijaunya bermanfaat sebagai antioksidan dan klorofilnya menjadi zat antiradang.
Sementara itu, garam efektif mendetoksifikasi racun serta membantu mengatasi gangguan gusi. Adpun jeruk nipis berkhasiat mengatasi mengobati sariawan, sakit gigi, mencegah kanker mulut, serta memberikan sensasi segar.
langkah lain yang juga perlu dilakukan adalah membenahi gigi berlubang, karies gigi, dan membersihkkan karang gigi. Kenapa, gangguan-gangguan gigi tersebut juga sumber sumber bau mulut. Selain itu, beberapa penyakit yang memicu bau mulut juga harus diatasi. Seperti diabetes, tuberkolosis, kanker mulut serta penyakit saluran pencernaan dan pernapasan lainnya.
Konsumsi yang harus dibatasi makanan dan minuman beraroma kuat yang memicu bau mulut selama bulan puasa. Antara lain: Petai, Kopi, Jengkol, Sambal serta minuman beralkohol (keras). Konsumsi gula juga perlu dibatasi.
Sebab, gula juga bisa memicu gigi berlubang dan timbulnya gangguan pada jaringan lunak mulut. gagngguan itu juga menjadi sumber bau mulut.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




No comments:
Post a Comment